Dia yang Sedang Naik Daun

Tak bisa dipungkiri jika pandemi Covid-19 membuat banyak kalangan merugi. Sektor perekonomian yang paling terpukul karena dampak pandemi ini.

Kantor tutup, mereka bergantian bekerja dari rumah demi menjaga jarak aman agar dapat memutus penularan penyakit ini. Pabrik terpaksa merumahkan beberapa karyawannya demi berlangsungnya pengoperasian produksi mereka.

Mall dan pertokoan juga membatasi pengunjung yang datang agar tak terjadi kerumunan di dalam mall atau toko tersebut. Mereka juga harus tetap menerapkan protokol kesehatan, mencuci tangan sebelum masuk area mall atau toko, dan selalu memakai masker saat berada di dalam ruangan.

Sekolah pun terpaksa dilakukan di dalam jaringan (daring). Walaupun ada yang bertatap muka, tapi tetap saja tugas dan materi diberikan dalam jaringan menggunakan internet (paperless)

Namun demikian, ada beberapa pihak/kalangan yang diuntungkan dengan adanya pembatasan sosial berskala besar ini. Mereka yang bekerja dari rumah, mereka yang dirumahkan, mereka yang belajar melalui youtube atau media sosial lainnya, merasa jenuh. Mereka berusaha mencari kesibukan di luar rutinitas menghadap laptop atau komputer atau smartphone.

Salah satunya yaitu menanam bunga/tanaman hias. Dengan marak dan meningkatnya permintaan tanaman hias, maka meningkat pulalah harga dari tanaman tersebut. Hal ini berakibat juga pada tanaman hias lokal yang dulunya tak pernah diminati. Jangankan diminati, dilirik saja enggak! Tanaman yang biasanya tumbuh liar dan dibiarkan begitu saja, sekarang mereka bak primadona yang nangkring di atas rak cantik beraneka bentuk. Disiram, disemprot, diberi pupuk. Mereka laksana ratu di kerajaan bunga dan tanaman.

Mereka yang tanggap akan hal ini, segera mengambil kesempatan untuk menjadi seller tanaman hias. Maka berbondong-bondonglah mereka yang dirumahkan untuk mencari dan mengembangbiakkan tanaman yang kini bak berlian.

Para karyawan yang bekerja dari rumah, merasa bosan karena melihat rumah mereka yang dulunya tak terurus karena jarang mereka tinggali, sekarang harus mereka lihat setiap hari. Setiap pojokan, sudut, ruangan tak lepas dari perhatian mereka yang bekerja dari rumah. Ini yang membuat mereka berkeinginan untuk mempercantik rumah dan ruangan mereka.

Maka, berdatanganlah tanaman-tanaman yang cantik itu. Awalnya satu, lalu bertambah banyak. Mulanya hanya tanaman di sekitar rumah saja, kemudian berburu tanaman melalui toko online.

Begitulah.. ๐Ÿ˜๐Ÿ˜

*Ririn Anggraini (Guru Bahasa Inggris di SMAN 1 Panarukan)

Aglonema Big Roy
Kaktus dan sekulen

4 Komentar pada “Dia yang Sedang Naik Daun”

  1. mantap tulisannya… kalau ada bunga begitu yang gratisan bolehkan saya kirimi hihi…

    1. Siaap.
      Barter tah? ๐Ÿ˜

      1. barter kaktus raksasa alias tareta hihi

        1. Haha.. di rumah juga ada kok. ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *